Klasifikasi Desa Berdasarkan Mata Pencaharian

3 Klasifikasi Desa Berdasarkan Mata Pencaharian dan Penjelasannya

riniisparwati.com – Klasifikasi Desa Berdasarkan Mata Pencaharian atau Aktivitas Kegiatan yang Menonjol. Desa sendiri dibagi menjadi bermacam-macam jenis, ada yang dibedakan berdasarkan perkembangannnya, ada yang berdasarkan luas wilayah, ada yang berdasarkan ikatan masyarakat, dan pembagian jenis desa lainnya.

Desa sendiri adalah kesatuan masyarakat, satu tingkat di bawah Kecamatan, yang dipimpin oleh seorang Kepala Desa.

Desa berbeda dengan kelurahan. Klasifikasi Desa pun berbeda dengan kelurahan.

Secara umum, sarana dan prasarana di desa berbeda dengan yang dimiliki oleh kelurahan, apalagi untuk desa-desa terpencil dengan akses yang sulit.

Susahnya akses dan infrastruktur jalan membuat kurangnya kontak dengan dunia luar akibat kedua kekurangan ini.

Meskipun demikian, desa memiliki segudang potensi yang jika dikembangkan bisa membuat desa menjadi semakin maju.

Oleh karena itu, diperlukan ide-ide segar anak muda untuk memajukan desanya.

Baca juga: 7 Bisnis Online di Desa.

Klasifikasi Desa Berdasarkan Mata Pencaharian atau Aktivitas Penduduknya

Pola persebaran profesi penduduk desa tentu tidak seragam dan sama rata. Profesi penduduk dalam suatu desa tidaklah sama.

Namun, desa biasanya mempunyai aktivitas utama atau potensi utama, berupa mata pencaharian pokok yang paling banyak dilakukan oleh warganya.

Berikut ini klasifikasi desa berdasarkan aktivitas ekonomi mayoritas masyarakatnya:

#1. Desa agraris

Desa agraris adalah klasifikasi desa di mana mata pencaharian utama penduduknya adalah di bidang pertanian dan perkebunan.

Seperti kita ketahui, desa memang identik dengan pertanian dan perkebunan, oleh karena itu wajar jika Indonesia saat ini disebut dengan negara agraris, karena mayoritas penduduknya, utamanya di desa, bekerja di sektor pertanian dan perkebunan.

Usaha pertanian di sini sangat bermacam-macam.

Bisa bertani padi, jagung, kacang-kacangan atau palawija, baik di sawah maupun ladang dan tanah sekitar sungai.

Begitu juga di sektor perkebunan, banyak dilakukan di desa-desa dengan lahan yang masih luas.

Masyarakat bisa mengembangkan perkebunan teh, kelapa, kelapa sawit, lada, pala, cengkeh, buah, bumbu dan rempah-rempah lainnya.

Untuk desa di kawasan pegunungan, bisa mengembangkan perkebunan sayuran dengan hasil yang bagus seperti kobis, tomat, cabai, kentang, dan sayuran lainnya.

Baca juga: 10 Pekerjaan Penduduk di Pegunungan.

#2. Desa Nelayan

Klasifikasi desa berdasarkan pekerjaan utama penduduknya yang kedua adalah Desa Nelayan.

Desa nelayan adalah desa di mana mata pencaharian utama masyarakatnya adalah di bidang perikanan dan pertambakan.

Desa ini merupakan kawasan desa yang berada di sekitar pantai atau bisa juga di sekitar sungai.

Hasil dari kegiatan nelayan bisa berupa ikan, udang, kerang, cumi, kepiting, dan hasil tangkapan lainnya.

Bisa juga berupa rumput laut dan kerang mutiara sebagai hasil usahanya.

Baca juga: 10 Pekerjaan di Pantai.

#3. Desa Industri

Desa industri adalah desa di mana mata pencaharian utama penduduknya berada di bidang industri kecil rumah tangga.

Meskipun berada di desa, tidak menutup kemungkinan untuk dikembangkan industri di dalamnya.

Ada cukup banyak potensi industri yang bisa dilakukan di desa seperti;

  • industri pengolahan ikan asin.
  • industri pengolahan terasi.
  • industri pengolahan garam.
  • industri pengolahan hasil pertanian dan perkebunan.
  • industri pembuatan tepung.
  • industri pembuatan tahu.
  • industri pembuatan tempe.
  • industri pembuatan tape.
  • industri digital di era modern atau milenial.

Industri di desa biasanya merupakan industri rumahan dengan modal terbatas dan pegawai tidak terlalu banyak.

Baca juga: 25 Peluang Usaha di Desa.

Kesimpulan

Tidak ada satu desa pun yang murni semuanya bergerak di bidang agraris, nelayan, atau industri. Pasti penduduk di dalamnya ada yang berprofesi lain, dengan berbagai macamnya.

Desa yang maju adalah desa yang bisa memanfaatkan potensi fisik dan non fisik desa, baik itu desa agraris, desa nelayan, maupun desa industri.

Ketiganya punya potensi dan keunggulan masing-masing, untuk menjadi desa swasembada dan berkembang hingga menjadi desa maju.

Demikian klasifikasi desa berdasarkan mata pencaharian utama penduduknya. Baca juga: 13 Contoh Pekerjaan Masyarakat Desa.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *