Arti Syukron Lillah Yang Sebenarnya, Sebuah Bahan Perenungan

Arti Syukron Lillah Yang Sebenarnya, Sebuah Bahan Perenungan

riniisparwati.com – Arti Syukron Lillah Yang Sebenarnya, Sebuah Bahan Perenungan. Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial, yang membutuhkan bantuan orang lain. Pun demikian, manusia adalah makhluk, yang pasti butuh sama Sang Khaliq.

Semua yang ada pada diri manusia adalah berkah dari Allah yang harus disyukuri setiap saat.

Orang yang tidak mau bersyukur tentu merupakan orang yang sombong, karena tidak mau mengakui bahwa apa yang ada pada dirinya, semata-mata sebenarnya dari Allah.

Tidak ada satu pun yang ada pada diri manusia, selain itu adalah ciptaan Allah.

Arti Syukron Lillah

Saat kita menerima bantuan atau pertolongan orang lain, kita biasanya mengucapkan Syukron dalam bahasa arab, dan bisa juga dilanjutkan dengan jazakumullah.

Syukron artinya terima kasih

Syukron katsiron artinya terima kasih banyak.

Syukron jazilan artinya terima kasih banyak dan bisa juga diartinya terima kasih sekali.

Saat mengucapkan terima kasih kepada seseorang, bisa juga dengan Jazakallah khairan Katsiiraa yang artinya mudah-mudahan Allah membalasmu dengan kebaikan yang banyak.

Jawaban dari syukron ini bisa na’am yang artinya ya.

Atau ‘afwan yang artinya “sama-sama”.

Atau jika ada orang mengucapkan syukron jazakallah khairan katsiiraa bisa juga dibalas dengan waiyyaka/waiyyaki.

Lillah artinya untuk Allah

Alhamdu lillah artinya segala puji hanya milik Allah, hanya untuk Allah.

Lillah merupakan gabungan dari dua kata, yaitu huruf jer lam (li) dan kalimah lafdzul jalalah Allah.

Lillah.

Jadi, syukron lillah adalah syukur kepada Allah.

Misalkan dalam ungkapan “hamdan wa syukron lillah” yang artinya pujian dan syukur hanya untuk Allah.

Atau dalam muqodimah pidato, kita terbiasa mendengarkan pembukaan “alhamdu lillah, wasy-syukru lillah

Amma ba’du:

Bersyukur Pada Allah, Maka Allah Akan Menambah Nikmat-Nya

Di dalam Surat Ibrahim ayat 7 Allah Subhanahu Wata’aal Berfirman:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

Yang arti terjemahannya:

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih“.

Salah satu manfaat dari bersyukur adalah, nikmat yang semakin bertambah.

Terserah bagaimana cara Allah menambah nikmat kita.

Orang yang senantiasa bersyukur, maka hidupnya akan tenang.

Baca juga: Kata Mutiara Mendidik Anak.

Selalu Bersyukur Dalam Keadaan Apapun

Kalau orang Jawa bilang, dalam keadaan apa pun, selalu ada untung.

Misalkan, habis kecurian, ada ungkapan “untung cuma motor yang dicuri”

Itu adalah salah satu bentuk ungkapan rasa bersyukur, meskipun dalam keadaan sulit.

Dalam konsep memandang kehidupan dunia, kita harus selalu melihat orang di bawah kita, sehingga kita akan senantiasa syukron lillah.

Misalkan, kita baru punya motor, maka lihatlah, orang lain mau beli motor saja gak sanggup.

Atau kita baru punya sepeda, lihat orang lain yang ke mana mana jalan kaki karena tidak punya duit.

Itulah sebab mengapa Rasul memerintahkan kita untuk memandang orang yang lebih rendah dari kita dalam kehidupan duniawi, tujuannya agar senantiasa bersyukur dalam keadaan apapun.

Bersyukur Dalam Islam

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk bersyukur.

Banyak sekali ayat Al Quran dan Hadits Nabi tentang syukur.

Baik Syukron lillah maupun syukron linnas.

Contoh syukur kepada Allah ada di surat Al Baqarah ayat 152:

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.

Allah memerintahkan kita agar senantiasa ingat kepadaNya dan bersyukur kepadaNya.

Contoh dalil syukur kepada manusia

Misalkan ada hadits riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud:

لا يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لا يَشْكُرُ النَّاسَ

“Tidak bersyukur kepada Allah, orang yang tidak bersyukur kepada manusia”

Jadi, meskipun Allah menyuruh kita untuk bersyukur kepada Allah, namun kita juga tidak boleh TIDAK berterima kasih pada manusia.

Jika ada orang membantu kita, ucapkanlah syukran, jazakallahu khairan.

Cara Bersyukur Dalam Hidup

Bersyukur dengan hati

Senantiasa mengingat Allah, di mana pun dan kapan pun.

Menyadari bahwa semua adalah milik Allah, dari Allah, dan akan kembali kepada Allah.

Semua nikmat itu datang dari Allah sehingga tidak akan membuat kita takabbur, merasa hebat di hadapan manusia.

Bersyukur dengan lisan

Rajin-rajin berdzikir dengan mengucapkan alhamdulillah.

Termasuk salah satu dzikir setelah sholat yang disunnahkan adalah membaca tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil.

Setelah melakukan pekerjaan yang baik, jangan lupa berucap alhamdulillah, dan mulai perbuatan dengan bismillah.

Bersyukur dengan perbuatan

Gunakan nikmat yang ada, semuanya ditujukan untuk keridhoan Allah.

Misalkan untuk memberikan nafkah kepada keluarga yang hukumnya wajib.

Memberikan nafkah kepada orang tua yang tidak mampu.

Memberikan sedekah kepada tetangga dan orang terdekat.

Berbuat baik kepada saudara.

Manfaat Bersyukur

Manfaat yang paling dirasakan bagi orang yang senantiasa bersyukur adalah, ketenagan hidup.

Orang yang senantiasa bersyukur, tidak akan timbul rasa cinta dunia.

Hubbud dunya adalah akar dari segala macam dosa.

Orang yang senantiasa bersyukur tidak akan suka mengeluh, tidak sombong, dan tidak merendahkan orang lain.

Itulah hakikat arti Syukron lillah yang sebenarnya, senantiasa bersyukur kepada Allah. Baca juga: Bahasa Arabnya Terima Kasih.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *