Cara Melatih Diri Menjadi Ikhlas Dalam Beramal Agar Ibadah Diterima

Bagaimana Cara Melatih Diri Menjadi Ikhlas Dalam Beramal?

riniisparwati.com – Cara Melatih Ikhlas Dalam Beramal. Kunci dalam suatu amal apakah diterima atau tidak itu adalah ikhlas. Oleh karena itu, ikhlas memegang peranan penting dalam kita beribadah.

Ibarat kita mau masuk rumah, sudah berjalan jauh-jauh, capek-capek jalan kaki, eh kita gak bawa kunci.

Maka kita gak bisa masuk dan pekerjaan kita sia-sia.

Oleh karena itu, dalam beramal, kita harus melatih diri kita agar bisa ikhlas di dalam hati.

Ikhlas itu memang berat, makanya perlu dilatih.

Cara Melatih Diri Menjadi Ikhlas Dalam Beramal Ibadah

Beberapa tips agar kita bisa ikhlas dalam beramal di antaranya:

1. Perbanyak ibadah tanpa mikir-mikir, udah yang penting beramal dulu

Mau shodaqoh kebanyakan mikir, akhirnya gak jadi shodaqoh.

Mau ngasih infaq ke masjid kebanyakan mikir, akhirnya gak jadi infaq.

Sudah, yang penting action dulu.

Perbanayak action dulu, meskipun pada saat melakukan mungkin sangat berat di hati.

Awalnya mungkin tidak ikhlas, tapi lama kelamaan apa yang sudah dikeluarkan akhirnya diikhlaskan juga.

So, cara melatih ikhlas ini menurut pengalaman saya pribadi yang paling harus kita lakukan.

Jangan kebanyakan mikir ikhlas atau gak, yang penting action dulu.

2. Berusaha memperbanyak amal secara sembunyi-sembunyi

Beramal baik itu harus dilakukan baik sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.

Dua-duanya sama-sama penting dalam Islam.

Beramal secara terang-terangan memilki fungsi memberikan contoh kepada orang lain.

Namun, beramal secara sembunyi-sembunyi juga sangat penting untuk melatih keikhlasan.

Jangan sampai saat ramai kita semangat beribadah, sedangkan kalau gak dilihat orang malas dan sama sekali tidak beribadah.

Baca juga: Arti Syukran Lillah.

3. Menyadari bahwa segala perbuatan kita itu karena Allah

Saat membayar zakat, infaq, shodaqoh, tanamkan dalam hati, bahwa apa yang kita berikan itu bukan milik kita.

Itu hanya harta yang Allah titipkan kepada kita.

Dan dari sebagian harta itu, ada hak anak yatim, fakir miskin, dan yang berhak lainnya seperti orang yang wajib kita berikan nafkah.

Jika kita menyadari harta tersebut adalah hak mereka, maka kita akan ikhlas memberikan kepada mereka.

Karena harta itu memang bukan milik kita.

Kita hanya mengembalikan harta yang menjadi hak mereka.

Dengan menanamkan konsep seperti ini, insya Allah beramal akan menjadi lebih ikhlas.

Baca juga: Mahfudzot Kelas 1.

4. Menyadari bahwa segala daya dan kekuatan itu dari Allah

Saat kita membantu orang lain, yang menggerakkan badan kita itu Allah, jadi kita tidak merasa sombong bahwa kita lah yang telah berbuat.

Saat kita melakukan kebaikan kepada orang lain, kita sadar, bahwa Allah yang menggerakkan semua itu.

Insya Allah ikhlas akan tertanam dalam hati kita.

La haula wala quwwata illa billah.

Baca juga: Syukran Dalam Bahasa Arab.

5. Orientasikan segala amal hanya untuk Allah

Di awal melakukan amal, niatkan bahwa amal yang kita lakukan itu semata-mata hanya untuk mendapat ridha Allah.

Entah itu orang mengejek, mencaci, atau menghalangi, jika sudah niat mendapat ridha Allah, insya Allah akan kuat.

Baca juga: Arti Afwan Dalam Bahasa Arab.

6. Berdoa kepada Allah agar diberikan keikhlasan

Tidak hanya upaya dengan diri kita sendiri, kita juga butuh pertolongan dari Allah agar membukakan pintu keikhlasan di hati kita.

Oleh karena itu, jangan lupa berdoa agar senantiasa diberikan keikhlasan saat beramal.

Tidak ada yang bisa mengalahkan kekuatan sebuah doa.

“Jika seorang hamba meminta dari-Ku, sesungguhnya Aku dekat. Aku akan mengabulkan permintaan orang yang berdoa tatkala ia meminta”

Demikian janji Allah dalam Al Quran.

7. Berkumpul dengan orang-orang sholih

Ada pepatah mengatakan “kalau gak ingin kotor, jangan dekat-dekat kerbau yang sedang mandi lumpur”.

Perilaku seseorang itu bisa menular kepada orang lain.

Jika kita bergaul dengan orang yang penuh “lumpur” dosa, kita juga akan kecipratan lumpurnya.

Dan jika bergaul dengan orang-orang sholih yang penuh keikhlasan, kita pun akan mendapatkan pelajaran ini dari mereka.

Nah, setidaknya itulah beberapa cara melatih ikhlas dalam beramal.

Tanda Ibadah Kita Belum Ikhlas

Seperti yang dikatakan oleh Sayyidina Ali Bin Abu Thalib, manusia itu memiliki 4 karakter.

Jika ada karakter ini pada diri kita, maka menandakan kita belum ikhlas.

1. Malas ketika sendirian

Jika kita merasa malas beribadah saat sendiri, maka itu bisa jadi indikator kita belum ikhlas.

Kita merasa malas sedekah saat tidak dilihat orang.

Malas ibadah jika tidak disaksikan orang lain.

Itu tanda kita belum ikhlas.

2. Rajin ketika berada di hadapan banyak orang

Saat sholat jadi imam, sholatnya lama, surat yang dibaca panjang.

Saat sholat sendiri, buru-buru ingin selesai.

Baca surat-surat pendek.

Bisa jadi ini salah satu tanda kita kurang ikhlas.

Jika disaksikan banyak orang, infaqnya banyak.

Jika tidak ada orang, terasa berat mau infaq.

3. Semangat beramal bila disanjung

Sudah menjadi sifat dasar manusia suka dipuji, diceritakan kebaikannya.

Jika kita semangit semangat ibadah saat disanjung, lalu melorot saat tidak ada pujian, itu salah satu tanda-tanda kita kurang ikhlas beramal.

4. Tidak semangat beramal saat dihina

Orang yang ikhlas beramal karena Allah, tidak akan peduli dengan ucapan orang.

Apakah itu dipuji atau dihina.

Yang dicari hanya keridhaan Allah.

Nah, dari sini, maka kita bisa instrospeksi diri, apakah kita sudah ikhlas dalam beramal?

Demikian penjelasan mengenai Bagaimana Cara Melatih Diri Menjadi Ikhlas Dalam Beramal. Baca juga: Terimakasih dalam Bahasa Arab.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *