Jagung, Komoditas Pertanian Utama Desa Sukabanjar Pesawaran

riniisparwati.com – Pertanian dan Perkebunan merupakan salah satu sektor utama penyumbang perekonomian warga Desa Sukabanjar. Sebagian besar penduduk Desa Sukabanjar menggantungkan hidup dari pertanian dan perkebunan yang ada di ladang, kebun, dan areal persawahan.

Areal persawahan di Desa Sukabanjar tidak terlalu luas. Berbeda sekali dengan areal persawahan di Metro dan Lampung Tengah, atau di daerah Jawa sana.

Mayoritas areal tanah digunakan untuk ladang dan kebun yang ditanami aneka tanaman dari coklat, kelapa sawit, kelapa, karet, singkong atau ubi kayu hingga jagung dan terkadang mentimun dan terong.

Oleh karena itu, Desa Sukabanjar bukanlah penyumbang pasokan beras di wilayah Lampung. Hanya sebagian kecil saja masyarakat Sukabanjar yang menanam padi, dibandingkan dengan yang berkebun dan menanam komoditas pertanian lain.

Jagung Adalah Komoditas Pertanian Utama Desa Sukabanjar Pesawaran Lampung

Masyarakat Desa Sukabanjar, khususnya warga Blok II, kebanyakan mengolah ladang berupa tanah kering, bukan lahan sawah. Oleh karena itu, kurang cocok jika dijadikan lahan untuk menanam padi.

Biasanya, ada dua pilihan tanaman yang dipilih warga untuk ditanam, singkong dan jagung. Namun, sejak singkong anjlok harganya, masyarakat jadi enggan menanam singkong.

Padahal harga singkong di Lampung kini sudah naik lagi menjadi sekitar 1.200 per kg.

Berbeda dengan jagung, setiap tahun petani di Desa Sukabanjar selalu menanam jagung di areal ladang mereka. Hampir setiap musim tanam, mereka menanam jagung.

Di depan rumah saya, berjarak sekitar 50 meter, kebun yang dulunya telah ditanami coklat, kini dibongkar dan ditanami jagung.

Di ladang-ladang, kini jagung-jagung sudah menuggu panen, dengan daun-daun hijau yang bikin mata seger dan buahnya sudah besar-besar.

Mungkin 2-3 minggu lagi panen pun sudah bisa dimulai. Panen raya jagung, komoditas jagung memiliki banyak stok di Desa Sukabanjar.

Sayangnya, saat panen, harga jagung suka turun di Desa Sukabanjar, sehingga petani kurang menikmati hasil panennya

Permasalahan klasik, di saat panen raya di mana komoditas hasil pertanian dan perkebunan melimpah, harga barang bakalan turun dan tak jarang harganya terjun bebas.

Jika demikian, yang kasihan adalah petani.

Di saat harga pupuk dan bibit mahal, eh saat panen harga komoditas jagung turun.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah perlu turun tangan untuk mengatur harga serta mengatur stok komoditas hasil pertanian dan perkebunan agar harga bisa stabil tanpa fluktuasi yang tidak wajar.

Peran pemerintah dalam mengontrol harga saat ini memang dilihat kurang efektif. Banyak barang-barang yang suka naik tidak wajar, seperti cabai, bawang, dan beras.

Di sisi lain, sering komoditas perkebunan terjun bebas harganya yang sangat merugikan petani seperti anjloknya harga singkong, karet, dan kelapa sawit yang sering melanda petani.

Perlu Ada Usaha Pengolahan Jagung menjadi Produk Jadi

Seandainya di Desa Sukabanjar ada usaha untuk mengolah jagung menjadi produk jadi, mungkin bisa mengangkat harga jagung saat panen raya.

Jika harga jagung sedang murah, jangan jual dalam bentuk jagung. Tapi, juallah dalam bentuk produk jadi, misalkan pakan ternak, snack dari jagung, dan produk lainnya, yang harganya lebih tinggi.

Lagi-lagi pemerintah mungkin perlu turun tangan mengenai solusi ini untuk memberikan arahan, bimbingan, pendidikan, dan ilmu kepada petani di Desa Sukabanjar.

Atau minimal ada gudang yang bisa menampung jagung dalam jangka waktu yang lama jika harga jagung sedang anjlok.

Alhasil, Jagung sebagai hasil pertanian utama Desa Sukabanjar Pesawaran Lampung, terutama Blok II, harus didukung pemerintah saat panen, agar harganya tidak anjlok dan tidak merugikan petani.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *